Kamis, 29 Agustus 2013

Sturridge, Pemain Kelas Dunia Yang Cinta Tuhan

Saya termasuk salah satu penggemar bola yang cukup penasaran dengan kehidupan pribadi pemain idola khususnya kehidupan rohani mereka. Yeahhh saya senang jika akhirnya tahu bahwa pemain yang saya idolakan memang pantas saya idolakan dalam segala hal. Bukan saja sepak terjang gemilang di lapangan hijau, namun juga cara mereka menjalani kehidupan pribadi terutama cara mereka membangun hubungan dengan Tuhan. 

Daniel Sturridge, Mujizat untuk Liverpool

Awal kepindahannya dari Chelsea FC tidak terlalu membuat saya tertarik. Apalagi dia pindah ke club favorit saya dengan status pemain yang selalu menghuni bangku cadangan saat masih di Chelsea. Apa yang bisa diharap dari pemain yang seperti itu? tanyaku saat itu. 
Namun pertanyaan saya yang begitu meragukan kapasitas seorang Stu (begitu saya suka menyebutnya) akhirnya terbantahkan seiring karirnya yang beranjak cerah bersama Liverpool.
Bersama Suarez di lini depan, dia mampu menampilkan performa terbaiknya sebagai tandem paling tepat untuk mesin gol Liverpool, Luisito.
Akhirnya saya yakin bahwa Stu pindah ke Liverpool adalah rencana Tuhan untuk masa depan karir sepak bolanya dan juga untuk masa depan Liverpool FC. Dia adalah mujizat selanjutnya yang dikirim Tuhan ke Liverpool.

Populer dan kaya raya. Dua hal yang identik dengan pemain bola liga Inggris dan dunia pada umumnya. Siapa yang tidak kenal dengan Sturridge yang belakangan juga populer karena selebrasi golnya yang unik. Beberapa menyebutnya "Sturridge Dance". 
 Namun tidak banyak pemain bola yang selain sukses di lapangan, juga sukses membangun kehidupan pribadi yang intim dengan PenciptaNya. Dari sedikit pemain bola itu, Daniel Andre Sturridge salah satunya.

Saya mengikuti aktivitas luar lapangan seorang Stu lewat akun Instagram dstudge. Dari situlah saya menemukan fakta menarik yang sangat inspiratif dari seorang Stu. Dia adalah pemain bola kelas dunia yang cinta Tuhan. Beberapa kalimat dari Stu yang menggambarkan kecintaannya pada Tuhan itu misalnya:

I do all through Christ who strengthens me. I have my ups and downs but i know that You are there to bring me up when i'm down and keep me grounded when i'm up. Even though i sin, You don't turn Your back on me. Thanks to be God for everything. 

God, Designed Me, Created Me, Blesses Me, Heals Me, Defends Me, Forgives Me, Loves Me.
 
Stu sangat menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya entah saat dia sedang naik atau sedang turun, Tuhan selalu campur tangan dan memiliki rencana yang indah dalam hidupnya. Bahkan saat menjelang akhir musim 12/13 ketika dia dilanda cendera, Stu bersyukur bahwa cedera itu membuat dia bisa beristrahat cukup lama dan siap kembali membela Liverpool musim 13/14.
Dan terbukti, 3 kali penampilannya bersama Liverpool di musim 13/14 (2 BPL) dan (1 Piala Liga), Stu sukses mencetak 4 gol. "Gol itu adalah berkat dari Tuhan" kata Stu.

Stu kini menjadi salah satu pemain Liverpool idola saya. Dan dia memang pantas untukitu. Bagi saya, Stu bukan saja seorang striker dengan naluri yang tajam di daerah gawang lawan. Dia adalah pemain bola yang sangat mencintai Tuhan, keluarga, sahabat, fans dan tim kebanggaan kami bersama Liverpool FC.
God bless you Stu. #YNWA



Senin, 19 Agustus 2013

Wonderful July 20th

First thing i do, of course to be grateful for this amazing grace by The Center of My Joy, Jesus Christ. He made everything beautiful and perfect in His time.   Termasuk mewujudkan mimpi saya tanggal 20 Juli 2013 menonton langsung Liverpool FC  di Stadion GBK, Jakarta. @__@
Ok, dreams come true. Padahal dulu sempat hampir kecewa gara-gara isu mereka batal datang ke Indonesia. Tapi syukur, Tuhan ada di pihak kami banget lah :))

Training Day 

Meskipun saya termasuk tidak beruntung dalam mendapatkan tanda tangan dan foto bareng sama pemain, tetap saja menyaksikan mereka bertanding langsung di lapangan sudah lebih dari sangat cukup. Apalagi kita sudah dapat special treatment sebagai anggota Bigreds_IOLSC (Suporter Resmi Liverpool di Indonesia) untuk menyaksikan open trainin, 1 hari sebelum pertandingan. 
Novi, Iam, Saya, Itty, Wiwiek, Omi






Someday, I'll stand in front of The Shankly's Gate in Anfield Stadium

The Match Day

Sebenarnya saya sudah berniat akan menunggu di Apartemen saja hari ini (20 Juli 2013) sampai beberapa jam sebelum pertandingan. Jadi langsung ke GBK. Namun karena semua teman kamar sudah siap-siap untuk shopping, maka akhirnya saya pun ikut. That's woman you know, ...:)
Setelah capek mengelilingi salah satu pusat perbelanjaan, kami lalu bergegas kembali ke Apartemen. Di tengah perjalanan, hujan deras mengguyur ibu kota. Hujan + Macet. Kami (saya, itty, wiwiek dan k' ocha) lari tunggang - langgang mencari tempat berteduh. Demi menghemat ongkos transport, kami akhirnya memilih naik angkot menuju apartemen.

At GBK Stadium

Puji Tuhan beberapa jam menjelang kick off, hujan mulai redah. Tinggal rintik-rintik saja. Namun nyatanya itu tidak menyurutkan langkah ribuan supporter yang antri di depan gate. Beruntung ada scraf LFC Tour yang bisa dijadikan penutup kepala. :)

 Atmosfir di GBK Stadium malam itu  LUARRRRRR BIASAAAAA MERAHHHHHHH.  Merah adalah Liverpool dan Merah juga Indonesia. Kami mendukung kedua tim. Kami menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan lantang, dan kompak mengumandangkan Liverpool FC Anthem "You'll Never Walk Alone". Kami bangga sebagai bangsa Indonesia dan bangga sebagai bagian dari keluarga besar Liverpool FC.







My next dream tentu saja adalah menonton Liverpool langsung di Stadion Anfield, Liverpool. Entah kapan, tapi saya sangat yakin suatu hari nanti saya akan berada di sana. Dan kali itu saya juga akan mendapat kesempatan untuk foto bareng serta meminta tanda tangan pemain di jersey saya. :) Sssttt.... I even think that i'll take my pre-wed photo session at Anfield :))) 

OK, sekian dari saya. kurang-lebihnya, mohon dimaafkan. I just  write what i want to write :) YNWA