Sabtu, 25 Januari 2014

Arin Ilejay "The Salt and Light"

ARIN ILEJAY. Who's this lucky guy?
Matt and Zacky About Arin "The Kid" Ilejay

 "No; I didn’t know who he was. We talked to our producer—Mike Elizondo—and we talked to Mike Fasano who was Jimmy’s in-studio drum tech and we said, “Hey, do you guys have anyone you could suggest?” And they both sent somebody down and we went and jammed with ‘em both and they were both great and Arin came in and just killed it. That was the first time I’d ever heard of him or seen him or met him and he came in and he was super skinny and small and he hits the drums like a beast. And it was like, “Whoa.” We were all kind of smiling like, “Wow, this kid’s got every chop down. Not only has he played everything right but he’s also transcribed everything right.” Which is good to us because you have to have an ear—you have to be able to hear what people are doing. He played everything Portnoy and Jimmy were playing to a tee. And we were like, “Wow.” So we had a couple more sessions with him and he was just the perfect fit right off the bat—he just really blew us away and impressed us. "
-M. Shadows- commenting on his opinion of Arin ilejay's abilities and how he was selected. Ultimate-Guitar.com 2011


"We want a kid that nobody knows, that no one has heard of, that rips at the drums. Someone whose gonna take nothing for granted and be super excited and build his own legacy the way that we have. When Arin walked in he was shy. He sat down at the drums and he was like the John Bonham of metal. He hit the drums so hard and like the nerves they made him better and he was just slaying it. We had a smile on our faces. We were like his kids pretty awesome. We rehearsed with him. He learned everything. He started out on a much smaller drum kit making no money at a crappy job. We said; "Hey you want to do this?" His eyes lit up and like I said its  giving somebody a chance to start with nothing and build a legacy the way that we have. We came from nothing, it was based on friendship, No ego, none of that. Its just about the music, the fans. It's really exciting for us to give someone an opportunity like that. I think its like a dream come true for them. You know there's all of these studio drummers out there who can do that but we just wanted to have something real."
- Zacky Vengeance - 2011 On the bands decisions related to finding a drummer.


Arin about Avenged Sevenfold 

I’m a kid from nowhere who used to be in a hardcore band, and last week I found myself playing at Rock In Rio to 145,000 people. I’ve never experienced anything like this before; the guys have let me into this huge, crazy world, and I want to make everyone proud.” RockSound.com

Ok, the most important thing for me about Arin is the fact that he's  the only christian in the band, though M. Shadow started singing as a church choir. Somehow i thought that this kid would be the salt and light of the band. And i was really comfortable with that fact. 

So, go ahead Arin. Much love come to you. I'll always keep you in my pray. Somehow and somewhere i'll go get you. Keep on rock and roll!!!









Kamis, 09 Januari 2014

Stadion Baru Untuk PSM

Saya bukanlah penggemar sepakbola lokal. Apalagi mengidolakan club lokal. Saya tidak mengenal baik PSM Makassar. Bukan karena saya tidak lahir dan dibesarkan di Makassar, namun karena saya memang tidak ingin menyukainya. Sama halnya saya tidak pernah lagi menonton timnas Indonesia setelah era Kurniawan Dwi Yulianto lewat. Well, apa yang bisa menjadi alasan bagi saya untuk menyukai timnas dan club lokal dalam hal ini PSM? TIDAK ADA. Jawaban singkat namun tidak perlu saya jelaskan sebab semua tahu kondisi persepakbolaan di Indonesia hingga saat ini.

Namun kemudian Timnas U-19 dan Indra Sjiafrie  membuka mata saya bahwa sepakbola di negara yang berlimpah sumber daya lagi korup ini masih memiliki harapan. Harapan yang meskipun terus dikebiri orang-orang  serakah yang selalu memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperkaya diri sehingga mengabaikan infrastruktur olahraga yang paling dibutuhkan saat ini. Stadion sepak bola. 
Miris rasanya melihat foto Stadion Andi Mattalatta di sebuah media lokal Makassar beberapa waktu lalu. TIDAK LAYAK. Lagi-lagi saya malas untuk menjelaskan ketidaklayakan yang memaksa PSM bermarkas di luar Sulawesi. 

Sekali lagi saya bukanlah The Maczman (julukan untuk supporter loyal PSM Makassar). Namun sebagai orang yang menyukai sepakbola, saya tidak bisa menerima jika saya tinggal di Kota Makassar, kota metropolitan baru yang akan menjadi kota dunia dan TIDAK MEMILIKI STADION LAYAK.

Pada suatu kesempatan, saya bertemu dengan Walikota terpilih Kota Makassar, Danny Pomanto. Beliau juga adalah arsitek dan konsultan tata kota di Kota Makassar. Awalnya saya hanya mengobrol mengenai pluralisme di Kota Makassar. Namun entah mengapa, ketika percakapan kami akan berakhir, saya tergelitik untuk mengajukan pertanyaan kepada beliau. 
"Pak apakah stadion PSM ada dalam program kerja bapak setelah pelantikan nanti?"
Dengan cepat beliau menjawab.
"Oh, ya tentu saja. Saya sudah pernah mengemukakan itu di media sebelumnya. Kita akan bangunkan stadion untuk PSM." 
Setelah menjawab demikian, Pak Danny balik bertanya mengenai penyebab PSM batal bermarkas di Pare-Pare. (Rencana awal PSM dipindahkan dari Stadion Andi Mattalatta, Makassar ke Gelora Mandiri Pare-Pare). Saya menjawab seadanya bahwa sarana dan prasarana di Gelora Mandiri Pare-Pare sama tidak layaknya dengan yang di Makassar. Beliau hanya manggut-manggut. Kemudian melanjutkan jawabannya mengenai rencana pembangunan stadion baru untuk PSM.
"Untuk membangun stadion, kita butuh tanah seluas 6 ha. Dimana di Makassar kita bisa dapat tanah seluas itu? Satu-satunya jalan adalah reklamasi. Jadi, doakan saja, semoga semua pihak mendukung dan kita segera punya stadion baru'.

Jawaban itu seketika menjadi sebuah janji seorang Danny Pomanto kepada saya dan secara tidak langsung pada seluruh warga Kota Makassar. Dan suatu saat nanti akan saya tagih. Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan kemudian adalah mendukung penuh dan mengawal proses realisasi program itu. Jika sendiri, maka sia-sia. Namun saya yakin, siapapun yang membaca tulisan ini akan memiliki keinginan yang sama yaitu Stadion Baru Untuk PSM Makassar. Ewako PSM, You'll Never Walk Alone.