Senin, 30 September 2013

Fans Lurus-lurus

Saya menulis ini habis nonton LFC vs Sunderland. And yes!! We've got 3 points. Senang banget. Bersyukur banget. So apa hubungannya dengan judul tulisan sy Fans Lurus2 ?
Ok, sy tiba2 teringat ada yg pernah bilang begini. Sebenarnya dia sedang menyindir saya, katanya : Fans lurus2 itu yang cuma percaya bahwa apapun hasil pertandingan, itu semua sudah diatur sama Tuhan . Mau kalah atau menang terima apa adanya. Ok, sy  tidak akan marah ke teman saya itu atas sindirannya. Saya termasuk fan kategori ini. Saya bukannya Sok religi yaa... Tapi hei, bukankah segala sesuatu di muka BUMI ini memang sudah ada yang mengatur, yaitu Tuhan? Dan itu termasuk hasil pertandingan. Dan malam menjelang subuh ini saya tersenyum dengan bangga bahwa sy tdk akan pernah menyesal jika sy termasuk kategori fan lurus2. Saya mengatakan ini bukan karena LFC sedang berada di papan atas klasemen (posisi kedua), pun jika nanti terjadi hasil buruk (yang saya doakan tidak akan pernah terjadi lagi), saya tetap akan jadi fan lurus2 itu. Sama seperti STU yang saat ini top scorer BPL selalu menempatkan TUHAN di atas segalanya, demikian lah saya selalu melibatkan Tuhan saat mendukung LFC. Up and down.
Dan saya percaya saat ini Tuhan sedang bekerja luar biasa bagi LFC. Ok, selamat tidur. YNWA.

Senin, 23 September 2013

Garuda Muda U19... #KamiBangga

 

 

 

TimNas Indonesia U19 secara dramatis menang atas Vietnam pada final AFF U19 yang berlangsung tadi malam. Saya melewatkan 2 menit awal pertandingan karena dalam perjalanan pulang dari Gereja. Sambil makan malam saya duduk manis di depan tv menyaksikan tim asuhan Indra Sjafri berjibaku di lapangan Delta Sidoarjo melawat Timnas Vietnam. Saya dan seluruh rakyat Indonesia yang menonton pertandingan malam itu menaruh harapan besar di pundak Evan Dimas dkk untuk sekali ini memberikan gelar kepada negeri kami tercinta, Indonesia yang sekian tahun tidak pernah mereguk manisnya menjadi juara AFF. 

Harapan dan keyakinan yang sangat besar juga sangat beralasan mengingat timnas U19 kali ini adalah komposisi terbaik tim sepakbola Indonesia yang pernah ada (sepengetahuanku). Koreksi jika aku salah.

45 menit babak pertama kedua tim yang menggunakan formasi 4-3-3 bermain saling serang namun tidak berbuah gol atau jebrettt seperti istilah komentator bung Evan, yang belakangan sangat populer. Memasuki babak ke-2 belum juga ada gol. Jantung ini mulai berdebar tidak karuan. Hingga 90 menit berakhir dan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Momen-momen yang semakin menegangkan. Beberapa peluang Timnas Indonesia masih gagal dieksekusi. Bahkan pada menit-menit akhir perpanjangan waktu 2x15 menit hampir saja Indonesia kebobolan dan hampir saja jantungku copot. 

Peluit panjang pada menit 120an menandakan bahwa juara AFF kali ini akan ditentukan lewat adu penalti. Demi apapun juga, saya tidak pernah suka melihat adu penalti. Sangat-sangat menegangkan. 

Satu per satu kedua tim mengeksekusi bola. Saya sudah tidak tenang duduk. Saya berdiri, loncat-loncat dan berjalan kesana kemari. 5 tendangan untuk masing-masing tim masih membuat kedudukan setara. Ya Tuhan, saya tidak bisa membayangkan penalti ini akhirnya bagaimana. Namun saya terus berdoa untuk pahlawan-pahlawan muda kami di lapangan. 

Setelah 9 kali tembakan dengan skor 7-6, Indonesia berhasil menjadi juara AFF U19 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Adalah Ilham sang eksekutor terakhir yang menjadi penentu Garuda Muda menjadi juara. Saya melompat kegirangan, teriakan beradu dengan teriakan tetangga yang sama bahagianya. Untuk pertama kalinya saya menangis menyaksikan Timnas U19 membuat bangsa ini berdiri dengan kepala tegak di dunia si kulit bundar. Terima Kasih banyak untuk TimNas Garuda Muda U19, untuk pelatih yang katanya harus keliling Indonesia sendiri demi mencari bibit-bibit unggul yang kini menjadi pahlawan-pahwalan muda Indonesia.

Salah satu yang membuat saya lebih bangga lagi bahwa striker Indonesia, Maldini Pali yang sedari awal menampilkan performa yang sangat apik adalah remaja berusia 15 tahun berdarah Toraja. Aihiiiiiiiiiiii!!! (itu adalah teriakan khas orang Toraja) ... Kurre sumanga' Maldini. 

Akhirnya, saya kembali menaruh harapan bahwa TimNas U19 akan terus konsisten dalam permainan dan kalau bisa tidak usah terlalu berurusan dengan media apalagi iklan dan infotainment yang sudah terbukti banyak memberikan pengaruh buruk bagi para pemain timnas senior. Baiknya mereka fokus saja untuk berlatih dan mempertahankan gelar juara ini di tahun-tahun mendatang.

Sekali lagi terima  kasih sudah membuat saya bangga. Membuat kami semua bangga. Hidup Garuda Muda, Hidup Indonesia!!!

 

Jumat, 13 September 2013

...

Dia berdiri membelakangiku. Berkostum sama seperti kemarin-kemarin. Maksudku warnanya sama. Hitam. Warna favoritku. Dia melipat tangannya di dada. sebuah kacamata bertengger manis di belakang kepalanya. Sesaat dia merongoh saku celana. Menarik keluar smartphonenya dan mengarahkannya ke panggung. Dia mengambil beberapa gambar. Lalu berjalan ke sudut lain ruangan. Aku memperhatikan caranya berjalan. Begitu gontai. Bukan karena dia sakit atau lemah. Namun dia sedang menikmati setiap langkah kakinya. 

Dia kembali berdiri dalam diam. Matanya menyapu seluruh ruangan. Kembali melipat tangan di dada. Sesekali dia menyenderkan tangan ke dinding. 

Aku menyukai semuanya. Aku menyukai caranya berdiri, berjalan, tertawa. Aku menyukai semua bahasa tubuhnya. Itu saja.

Kamis, 05 September 2013

Thank you Stu

Menyambut pagi yang panas di Kota Makassar ini, terlebih dahulu saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada para blogger yang sudah membuang waktu membuka laman blog saya dan membaca tulisan-tulisan yang masih cacat grammar dari saya. But as the tittle of my blog said "I Write What I Want To Write", so  forget about the grammar and just read what you want to read from this goddamn blog.

Kali ini masih tentang Sturridge. Saya hanya merasa tulisan saya sebelumnya tentang Sturridge berhubungan erat dengan apa yang ingin saya ungkapkan kali ini. 
Minggu 1 September 2013 beberapa moment spesial terjadi. Yang pertama tentu saja Hari Minggu adalah hari yang penuh berkat. Kedua, hari minggu pertama bulan September ini, merupakan pekan ketiga BPL dimana Liverpool menjamu rival abadinya Manchester United di stadion keramat (bagi saya selalu keramat) Anfield Stadium. Ketiga adalah 1 September 2013, Daniel Sturridge berulang tahun yang ke 24 tahun dan Bill Shankly, pemain sekaligus pelatih terbaik LFC sepanjang sejarah jika dia masih hidup juga berusia 100 tahun. Dan yang terakhir yang berhubungan dengan semua momen2 spesial itu adalah Liverpool FC berhasil menang dengan skor 1 : 0. Wuuuuuuhhhhuuuuuuuu!!!!
Dan coba tebak, siapa si pencetak gol tersebut?
Yeppp.... Sturridge again. Gol yang dicetak pada menit  ke-4 ini sekaligus menjadi kado spesial di hari ulang tahun Stu sendiri yang juga dipersembahkan untuk The Legend Shankly.


Ok, apa lagi yang akan kuungkapkan. Perasaan bahagia? pastinya. Semua tim dan pendukung LFC malam itu merasakan kebahagiaan yang sama. Suasana nobar Bigreds Makassar di Mom's Cafe begitu riuhnya. Penonton membludak hingga ke area parkir. Meskipun saya tidak tahu jumlah pasti, namun ratusan pencinta setia LFC di Mom's malam itu benar-benar merasakan kegembiraan yang luar biasa.
Lalu bagaimana dengan perasaan puas? Well, ini baru pekan ketiga BPL bergulir yang syukurnya tim kami mampu melakukan clean sheet dan saat ini berada di puncak klasemen. Tidak ada yang akan tahu hasil besok dan seterusnya. Yang pasti harapan kami raihan malam itu setelah menekuk juara bertahan bisa terus konsisten hingga musim berakhir. Amin.

Anyway, malam itu masih ada satu hal yang menjadi perhatian menarik mata perempuan saya. Meskipun sempat terjadi ketegangan antara Van Persie vs Skrtel, Agger dan Kapten.
Namun saya melihat sosok  Agger  yang lebih  tampan dari biasanya berdiri kokoh di lini pertahanan, begitu berwibawa, dan terlihat lebih sabar. Yeahhh dia adalah vice captain yang akan menjadi kapten Liverpool suatu saat nanti.

Finally,
Thank you again Stu. Apapun yang dikatakan orang tentangmu, saya percaya Tuhan sedang bekerja melalui kaki dan instingmu untuk mengantar tim ke puncak klasemen. That's my faith. And i believe that's yours too, rite? :) So, keep going Stu, keep dancing on the field. #YNWA