...
Dia berdiri membelakangiku. Berkostum sama seperti kemarin-kemarin. Maksudku warnanya sama. Hitam. Warna favoritku. Dia melipat tangannya di dada. sebuah kacamata bertengger manis di belakang kepalanya. Sesaat dia merongoh saku celana. Menarik keluar smartphonenya dan mengarahkannya ke panggung. Dia mengambil beberapa gambar. Lalu berjalan ke sudut lain ruangan. Aku memperhatikan caranya berjalan. Begitu gontai. Bukan karena dia sakit atau lemah. Namun dia sedang menikmati setiap langkah kakinya.
Dia kembali berdiri dalam diam. Matanya menyapu seluruh ruangan. Kembali melipat tangan di dada. Sesekali dia menyenderkan tangan ke dinding.
Aku menyukai semuanya. Aku menyukai caranya berdiri, berjalan, tertawa. Aku menyukai semua bahasa tubuhnya. Itu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar