Luis Suarez ... You Deserve To Get More Than Just A Tittle Called Hero
Luis
Suarez menggigit lengan Branislav Ivanovic (jika saya tidak salah
tulis) pada laga melawan Chelsea... Luis Suarez sangat menyesali
perbuatannya dan bersedia menerima denda dari Liverpool FC. Lalu dengan
berjiwa besar Suarez menyatakan permintaan maaf langsung kepada Sang
Korban "Ivanovic" yang "katanya" di twitter menerima permintaan maaf itu
dan mengharapkan agar Suarez tidak lagi dipersalahkan dan
dipermasalahkan. Entah tulus atau tidak, Petr Chech rekan se tim
Ivanovic mengatakan bahwa temanny itu belum "benar-benar" memaafkan
kelakuan Suarez.
Tadi pagi saya membaca berita dan melihat sendiri
foto "Ivanovic" pada sesi latihan memperagakan aksi Suarez dengan
berpura-pura menggigit tangan kirinya sendiri. Dia menjadikannya
candaan. Tuluskah dia memaafkan Suarez seperti halnya Suarez meminta
maaf dengan penuh penyesalan?
Sebelumnya Patrice Evra, Kapten
Manchester United melakukan selebrasi kemenangan mereka dengan lari
membawa potongan tangan yang kemungkinan milik Ivanovic. Pantaskah
seorang kapten melakukan aksi konyol itu?
FA yang selama ini menjadi
fans utama Manchester United lalu memberikan sanksi 10 larangan
pertandingan bagi Suarez. hah...tentu saja langka jitu menjegal Suarez
meraih PFA 2013 dan Top Scorer Liga Inggris...
Tanpa bermaksud
membela perbuatan Suarez yang memang dalam hal ini salah, apa yang sudah
dilakukan oleh Ivanovic membuat saya menyesal "Kenapa Suarez tidak
menggigit tangan Ivanovic hingga terputus?"...
Ibunda Suarez pernah menyatakan jika kecintaan Suarez pada sepakbola membuatnya selalu menganggap setiap pertandingan adalah pertandingan final dimana dia harus berjuang bahkan hingga mengorbankan nama baiknya sendiri untuk tim yang sedang dibelanya.
Sekarang Luis Suarez menyesali tindakannya pada Ivanovic. Dia membutuhkan dukungan besar dari rekan tim dan pendukung Liverpool sebesar dukungan yang sudah diberikan oleh keluarganya.
You'll never walk alone Suarez...
(nb: gambar Suarez diatas adalah hasil karya Kak Dian Qamajaya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar