Selasa, 26 November 2013

Derby Yang Membiru-Merah-kan Goodison Park



Ini hanyalah sepenggal analisa dari seorang "fan lurus-lurus" (begitu istilah seorang kawan untuk fan yang percaya segala sesuatu yang terjadi di lapangan sudah ada yang mengatur) yaitu saya tentang laga Sabtu, 23 November 2013 dimana saya secara pribadi menilainya sebagai derby merseyside terpanas yang pernah ada sepengetahuanku.

Meskipun tim kesayangan tidak berhasil membawa pulang poin penuh dari Goodison Park, namun hasil imbang 3-3 dan banyaknya peluang yang tercipta yang sayangnya gagal dieksekusi membuat pertandingan malam itu menjadi sangat seru, menegangkan, memaksa teman-teman mengeluarkan lebih banyak makian dan membuat saya lagi-lagi menegaskan bahwa Sturridge yang mencetak gol ketiga, menyamakan kedudukan sekaligus menyelamatkan muka Liverpool yang lebih dulu mencetak gol adalah mujizat yang dikirim ke Anfield.

Saya tidak akan menganalisa panjang lebar karena belum punya kompetensi. Sekali lagi ini hanyalah analisa fan lurus-lurus berdasarkan hasil menonton pertandingan dan membaca berita seputar derby merseyside.

Pertama adalah sosok youngster Jon Flanagan. Menjalani laga derby merseyside pertama sepanjang karirnya, Flanno yang belakang dipercaya Brendan menjadi starter, sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Seorang pemain belia yang tidak pernah mengenal lelah untuk bisa mendapatkan kepercayaan pelatih. Pemain yang terus-menerus dimotivasi sang ayah bahwa suatu saat nanti dia akan menjadi legenda Liverpool seperti Carra dan Gerrard.

Kemudian Allen yang malam itu mendapatkan makian tanda sayang dari fans karena kegagalannya menyelesaikan passing Suarez. Padahal menurut kami yang menonton pertandingan, seharusnya tendangan Allen itu berbuah goal. Atau setidaknya dia melihat peluang Suarez yang berlari tepat di samping kanan Tim Howard dan mencoba meminta bola kepada Allen. Namun apa daya, niat Allen menurut saya hanyalah ingin memperlihatkan bahwa dia benar-benar telah pulih dari cedera, dia siap kembali memperkuat tim dan dia bisa mencetak gol. Sayang sungguh sayang....

Dari tim seberang, yang membuat saya cukup penasaran sebelum laga dimulai adalah Romelu Lukaku. Well, saya jarang melihat penampilannya saat bersama si biru lain (Chelsea). Namun dengan membaca ekspresi kekecewaan beberapa fans Chelsea saat dia di-loan ke Everton, membuat saya berkesimpulan bahwa Lukaku pastilah pemain kesayangan para blues. Dan jika dia pemain kesayangan, maka pastilah dia jago.
Seorang kawan juga pernah berujar seminggu sebelum derby bahwa pemain yang patut diwaspadai di Everton adalah si  Lukaku ini. 
Dan fakta di pertandingan malam itu membuat saya salut dengan pria asal Belgia ini. Berkali-kali dia mencoba merobek jala Mignolet, sang Man of The Match pertandingan malam itu. Dan kesempatan yang datang berulang kali berhasil dieksekusi Lukaku untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. 



Ok, melengkapi derby yang panas bahkan  menambah situasi semakin panas adalah ketika Kevin Mirallas melakukan tendangan keras ke kaki Suarez saat keduanya berebut bola. Pelanggaran yang menurut kami dan Brendan sangat melayakkan Mirallas untuk dikirim keluar lapangan hanya diberikan kartu kuning oleh Phil Dowd. 
Belakangan Mirallas sendiri membuat pernyataan "I deserved a red card"  (express.co.ik).  

Ketika tuan rumah unggul 3-2 berkat gol kedua Lukaku, suasana semakin panas. Kami semakin tidak tenang. Dalam hati saya kembali berdoa agar Sturridge yang masuk menggantikan Lucas bisa mencetak gol. Berharap ada mujizat di Goodison Park malam itu. Ya paling tidak kami bisa berbagi poin jika tidak bisa menang. Dan puji Tuhan Sturridge menyamakan kedudukan. We saw him dancing at Goodison Park. 


Skor 3-3 malam itu tidak hanya tentang derby terpanas. Namun juga tentang dua sosok yang sama-sama pernah bermain di Chelsea (Lukaku dan Sturridge) yang keduanya menjadi bintang dan penentu skor malam itu. Apa kabarnya Abramovich Empire melihat mereka sekarang ya? :)) 
See you in the next match #ynwa 

(Foto dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar