Ok, i don't know where to start this. Saya baru saja membaca beberapa berita di twitter tentang isu kepergian Agger dari Anfield. Alasannya sederhana: jika aku tidak bermain dan jika pelatih sudah tidak berpikir bahwa aku bagus,maka saat itulah aku akan meninggalkan Liverpool. Aku disini hanya untuk bermain bola. Itu saja."
Well, haruskah saya sebagai fans Liverpool dan fans Daniel Agger marah pada pria Denmark yang punya tattoo YNWA di jemarinya yang seolah-olah menjadi penegasan dia tidak akan pernah meninggalkan Liverpool?
Haruskah saya marah pada defender terbaik Liverpool yang pernah berkata "Selama Liverpool menginginkan saya untuk tinggal, maka saya sanggup menolak tawaran dari semua klub di dunia ini?"
Haruskah saya marah pada pria rendah hati yang begitu peduli pada club, rekan se-tim dan fans setianya Liverpool? Pada pria ber-tattoo yang selalu tersenyum setiap kali melihat ke arah kamera? Yang punya yayasan bernama The Agger Foundation sebagai bentuk kepeduliannya kepada kemanusiaan, saat pemain lainnya menghabiskan uang untuk berfoya-foya?
Dan haruskah saya marah pada Daniel Munthe Agger yang sangat mencintai sepakbola yang hanya ingin bermain, bukan berada di bangku cadangan?
Apakah Agger lagi-lagi akan menjadi idola yang akhirnya mematahkan hati dan harapan para suporter saat mengingkari janji untuk setia di Anfield ?
Yang saya tahu, bahwa Agger sangat mengerti arti tattoo YNWA di tangannya. Yang saya tahu bahwa Agger sangat mencintai Liverpool dan Liverpool adalah bagian terpenting dari kehidupan seorang Agger. Yang saya tahu bahwa Agger adalah seorang pemain sepakbola profesional yang hanya ingin bermain. Hanya ingin terus dimainkan dan tampil bagus di setiap pertandingan. Itu adalah impian tiap pemain bola.
Lalu apa yang salah jika Agger pergi?
Well, penampilan terakhir Agger pasca cedera adalah kala melawan Southampton dan kalah 1-0. Agger harus ditarik keluar karena cedera tulang iga nya kambuh. Setelahnya dia tidak bermain lagi dan yaa... Liverpool terus menuai kemenangan.
Cedera adalah mimpi buruk bagi setiap pemain. Siapapun dia , sebaik apapun dia pernah bermain, tidak ada yang menginginkan untuk menikmati sakitnya menjalani perawatan dan akhirnya duduk manis di bangku cadangan.
Begitu juga dengan Agger. Sekali lagi, dia hanya ingin bermain sepak bola. Mimpinya adalah bermain untuk jangka yang sangat lama. Bermain untuk Liverpool. Ikut membawa Liverpool menjuarai Eropa. Menjadi legenda Liverpool yang akan terus dikenang manis seperti Bill Shankly, Bob Paisley, Kenny Dalglish,Robbie Fowler, Carra, dan Steven Gerrard.
Saya bukanlah seorang pengamat atau orang yang tahu betul tentang bola. Saya bukanlah fans yang mengenal Liverpool sebaik teman-teman suporter lainnya. Saya hanya fans lurus-lurus yang saat ini hanya bisa berdoa untuk kesembuhan total Daniel Agger. Memupuk dan menyirami harapan di hati saya bahwa apapun yang terjadi Agger tidak akan pernah pergi dari Liverpool.
Pun jika kemudian keinginan seorang pemain bola dalam dirinya begitu memaksanya untuk meninggalkan Anfield dan berlabuh di klub yang menjadikannya pemain inti, saya akan tetap menjadi seorang penggemar, pencinta, dan pengagum Daniel Munthe Agger. Saya akan tergabung dalam kumpulan fans-fans yang pernah ditinggalkan Dirk Kuyt, Michael Owen, Torres, Xabi, dan lain-lain.
However, i have to say this:
Don't Leave Us 4GGER... #ynwa